Kisah Motivasi Inspirasi Kehamilan Nikmatnya Perjuangan Penantian Adek Bayi

Kisah Motivasi Sangat Inspirasi Ini Di Ceritakan Oleh “Muslihah Nur Hidayati”, Kisah Perjuangannya Menantikan Kehadiran Adek Bayi Sangat Memotivasi Bagi Para Bunda Yang Juga Ikut Berjuangan, Jangan Menyerah Teruslah Berusaha. Baca Kisah Ini Semoga Mengispirasi Dan Membangkitkan Semangat-Semangat Positif Bunda Dan Pasangan.

JANGAN LUPA BANTU SEBARKAN, AGAR SEMANGAT POSITIF UNTUK TERUS BERUSAHA DAN BERJUANG IKUT TERSEBAR LUASKAN. DAN MARI SALING MENDOAKAN AGAR SEGERA DIBERI MOMONGAN AAMIIN…

MAU KONSULTAN GRATIS CARA CEPAT HAMIL SILAHKAN INBOX KAMI  DISINI : M.Me/KonsultanCaraCepatHamil

“Kok lama banget sih gak ngisi2? sengaja ditunda ya? Udah periksa belum? Yang masalah siapa? Yang ga bisa punya anak kamu apa suami? Ga pengen ya punya anak? Orang rumah tangga itu yang ditanya anaknya berapa lho, bukan mobil dan rumahnya berapa 🤔,“ daaaaannn masih banyak lagi pertanyaan2 yang bikin termehek-mehek kala itu. Mau tahu gimana rasanya dapat pertanyaan kayak gitu? Hahhaha.. off the record aja bagian ini mah, intinya kalo boleh saya sarankan, jangan pernah ngajuin pertanyaan sejenis itu ke siapapun, termasuk sobat deket bahkan keluarga sekandung, DILARANG KERAS!!! Hihihi

Sedikit berbagi tentang pengalaman ikhtiar jalur medis saat menjemput amanah Allah yang saya dan suami lakukan sejauh ini. Yap, saya dan suami. Saya haturkan terima kasih banyak untuk suami saya yang legowo, sama2 punya komitmen, kalau mau periksa ya harus dua2nya, berjuang bersama. Menurut saya ini sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis perempuan (eh iya ga ya, jangan2 cuma saya sendiri yang ngerasa gini 🙈).

Untuk suami, serangkaian pemeriksaan laboratorium dilakukan. Sedangkan saya, diawali dengan USG transV. Sering saya mendapat komentar dari beberapa sahabat dan saudara perempuan, mendengar namanya saja sudah ngeri. Dan memang iya, tak terkecuali saya, pas pertama dikasih tahu dokter tahapan program yang akan saya lalui, udah ngilu duluan, semaleman sebelum USG itu dilakukan udah ga bisa tidur, takut, hahaha… (Lebay ya? Biarinnnnn 😝) dan akhirnya, alhamdulillah, entah sudah berapa kali tahap ini terlalui, awalnya kepaksa, nggembeng, lama2 ya sudahlah, pasrah… Demi kau dan si buah hati 🎼🎤🤗

Lanjut dengan pengujian laboratorium, nah bagian ini agak menang dikit nyalinya 🤓. Karena udah punya modal akrab sama laboratorium sejak kuliah sampai sekarang kerja, jadi ya oke2 aja. Ditusuk2 jarum sana sini, diambil darah sampai lemes, dll.. Lama2 sampai hafal sama petugas laboratoriumnya (Loh… kepriwe 😇)

Kemudian HSG. Nah mulai agak serius ini. Pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan uterosalpingografi, adalah pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii). Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya sumbatan pada saluran rahim, melihat bentuk dan struktur rahim, juga untuk mendeteksi ada tidaknya ketidaknormalan pada rahim yang mungkin bisa menyebabkan infertilitas. Bagian ini, sakit enggak? Hoho, saya jawabnya jadi bingung, kalo bilang sakit, nanti temen2 pejuang lain jadi ikutan takut, kalo bilang ga sakit, itu bohong (karena kalo saya sakit bangetttt 🙄). Tapi subyektif kok, banyak pasien lain sesama pejuang HSG yang bilang ga sakit.. Dan, menurut radiolog yang menangani saya, justru rasa sakit itu yang diharapkan karena artinya cairan kontras menembus saluran rahim dengan baik dan mengindikasikan tidak terdapat sumbatan.

Next, terapi SWD (Short Wave Diathermy). Merupakan terapi pemanasan pada jaringan dengan merubah energi elektromagnet menjadi energi panas. Short Wave Diathermy biasa disebut dengan Diathermy gelombang pendek. Berfungsi untuk memanaskan jaringan dan pembuluh darah dengan gelombang pendek, sehingga peredaran darah menjadi lancar, menghilangkan nyeri, penyembuhan luka, kram otot, infeksi, dan fibrosis. Nah, kasus saya, untuk penyembuhan infeksi. Karena menurut diagnosa dokter, saya mengalami endometritis, yaitu penebalan jaringan pada dinding rahim akibat infeksi. Dosis dan banyaknya perlakuan ini ditentukan oleh dokter spesialis rehab medik. Saya melalui 2 kali ulangan paket dengan total 12 kali terapi. Terapi dilakukan di Poli Fisioterapi. Bertemu dengan pasien di poli ini beserta beragam keluhan penyakitnya membuat saya banyak bersyukur akan nikmat sehat.

Setelah tahapan di atas yang dikombinasikan dengan penggunaan berbagai jenis antibiotik, diagnosa endometritis kemudian melebar. Jeng jeng jeng, hasil USG TransV lanjutan menunjukkan banyak sekali sel abnormal pada penebalan dinding rahim saya. Dokter memberikan diagnosa polip endometrium, tetapi harus dipastikan melalui pengambilan sampel jaringan yang diuji histopatologisnya. Karena jumlahnya yang lumayan banyak, stadiumnya yang juga menghawatirkan, dan adanya kemungkinan mengarah ke tumor atau kanker, maka dokter menyarankan operasi. Dan inilah puncak dropnya nyali saya, meja operasi 😥. Ya Allah, gak kebayang sama sekali sebelumnya.

Satu catatan, saya dan suami memilih merahasiakan tahapan operasi ini kepada keluarga. Kami di RS berdua saja, saya terbaring lemah dirawat, sedang suami mondar-mandir mengurus semua keperluannya sendirian. Bagian ini, rasanya menjadi yang paling romantis di antara episode2 lainnya yang sudah romantis (hahhaha, jangan protes, bosen baca tinggal aja 😝). Agak rewel di bagian ini, karena saya membutuhkan waktu lumayan lama untuk pemulihan. Tetapi syukur alhamdulillah, hasil uji histopatologi menyatakan positif polip endometrium dan tidak berpotensi ke tumor maupun kanker ganas. Legaaaa..

Perjuangan belum berakhir. Setelah menunggu saya dinyatakan sembuh dari penyakit dengan berbagai obat2an paten untuk membasmi akar polip, baru lanjut ke promil. Haha, baru ini promil yang sesungguhnya.. Dijelaskan lagi oleh dokter Rikka, SpOG yang menangani saya sejak pertama periksa hingga saat tulisan ini dibuat (UK 37 w) tahapan yang mesti saya jalani. Mulai tahap awal hingga kemungkinan bayi tabung (dokter Rikka adalah SpOG ketiga yang kami temui setelah menikah.

Alhamdulillah, Allah pertemukan kami dengan dokter ini yang begitu sabar, ngemong tapi tegas dan selalu memberi motivasi positif, the best pokoknya. Setelah 2 dokter sebelumnya justru membuat saya down dan takut untuk balik lagi sehingga promil tertunda begitu saja. Padahal semuanya sama2 perempuan lho, tapi spesial untuk dokter Rikka 😘).

Tahap pertama adalah konsumsi berbagai obat, mulai vitamin hingga pemecah sel telur yang tentunya dibarengi dengan kombinasi USG TransV (pokoknya ga boleh bosen sama USG yang satu ini 😂). 1 siklus dilalui, gagal. Coba lagi, dan lagi hingga akhirnya, saya rewel, saya mogok, saya protes keras sama Allah, intinya melambaikan tangan ke kamera, gak sanggup lagi rasanya… (jujur, sambil nengok dompet juga sih di sini, makanya baper. Sesama pasangan pejuang lain pasti tahu nikmatnya sensasi shopping di RS, kelasnya udah gak mall lagi 😂).

Mungkin di fase inilah, kami disadarkan oleh Allah, kami terlalu banyak menuntut. Maka, untaian doa pun kami ubah, kami mohon Allah berikan kelapangan hati untuk menerima semua ketetapanNya, kami putuskan stop, rehat sejenak dari berbagai macam upaya medis. Sembari lanjutkan nabung untuk bersiap ke tahap selanjutnya. Subhanallah, Walhamdulillah, Allahuakbar, justru di fase ini, Allah begitu sayang dengan kami. Allah berkenan titipkan amanahNya setelah 5 tahun penantian..

Saya menulis ini sebagai pengingat bagi saya sendiri untuk jangan pernah berputus asa terhadap Rahmat Allah, juga sebagai penyemangat untuk calon ayah dan ibu yang sedang berikhtiar menjemput buah hati. Yakin dan sabar, itu salah satu kuncinya.. Allah tidak akan pernah memberikan ujian di luar batas kemampuan kita. Mari syukuri apapun yang sudah Allah berikan pada kita, jangan pernah risau dengan apa yang belum Allah titipkan pada kita.

Saya hanya ingin berbagi sedikit informasi yang siapa tahu bisa bermanfaat untuk yang membutuhkan. Saya juga tidak lebih tahu, hanya saja pernah mengalami. Pengalaman saya pun, pastinya belum ada apa2nya, karena masih lebih banyak pasangan lain yang perjuangannya jauh lebih chalenging lagi untuk memperoleh buah hati. Sedangkan untuk pasangan yang alhamdulillah Allah berikan kemudahan dalam menjemput buah hatinya, tanpa harus berurusan dengan berbagai tahapan program, saya haturkan selamat. Kalau boleh, dibagi dong empatinya sama kami para pejuang 😂. Bukan, bukan empati untuk turut merasakan diubek-ubek dokter, cukup dengan tidak memberikan pertanyaan sulit seperti alenia 1, itu lebih dari cukup. Bahkan kalau dibonusin dengan doa, matur thank you, Allah yang akan memberikan balasan untuk semua kebaikan itu.

Kenapa saya berharap seperti itu, karena banyak dari kita tak pernah tahu, apa saja perjuangan yang sudah dilakukan oleh orang lain. Karena kacamata kita, belum tentu sama dengan milik orang lain. Ukuran standar kita, tidak sama dengan orang lain. So, rasanya tidak perlu memberi komentar mengganggu terhadap kehidupan orang lain.

Yakin, usaha tidak akan pernah menghianati hasil.

Note: Latepost, ditulis saat menanti launching si dedek yang sudah menyapa dunia tgl 26 Des 2017 kemarin, sebagai ucapan terima kasih kepada dr. Rikka (Spesialis Obstetri dan Ginekologi), dr. Juniarti ( Spesialis Radiologi), dr. Lusan (Spesialis Fisik dan Rehabilitasi / rehab medik), dr. Adika (Spesialis Anestesi), dr. Evi (Spesialis Patologi Anatomi), dr. Gabby dan dr. Yuni (Spesialis Patologi Klinik) dan dr. Yudianto (SpOG Sub Spesialis Fetomaternal) (cantik-cantik semua dokternya dedek, kecuali dokter Yudianto 😂), bidan, laboran dan seluruh perawat yang membersamai perjuangan kami. Terima kasih banyak.

JANGAN LUPA BANTU SEBARKAN, AGAR SEMANGAT POSITIF UNTUK TERUS BERUSAHA DAN BERJUANG IKUT TERSEBAR LUASKAN. DAN MARI SALING MENDOAKAN AGAR SEGERA DIBERI MOMONGAN AAMIIN…

MAU KONSULTAN GRATIS CARA CEPAT HAMIL SILAHKAN INBOX KAMI  DISINI : M.Me/KonsultanCaraCepatHamil

 

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *